Tepis Isu Hog Kholera, HNSI Gelar Makan Ikan Bersama - Layar News

Tepis Isu Hog Kholera, HNSI Gelar Makan Ikan Bersama

Share This




Sibolga - DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) Kota Sibolga bersama sejumlah pengusaha perikanan menggelar acara makan ikan bersama.

Kegiatan makan ikan bersama bertujuan untuk menepis isu yang merebak di tengah masyarakat terkait ikan makan bangkai babi yang dibuang kelaut akibat terkena virus Hog kolera.


Sekretaris HNSI sibolga, Karni Tanjung mengatakan, akibat merebaknya isu ikan makan bangkai babi hasil penjualan para pedagang ikan di kota Sibolga merosot tajam, tak hanya itu, bahkan harga ikan pun juga terkena imbas oleh isu tersebut. " Harga ikan dikota Sibolga anjlok mencapai Rp 5000 perkilogramnya," jelasnya seraya menjelaskan ikan hasil tangkapan nelayan banyak yang terbuang percuma.


Selain itu, ditambahkannya adanya isu ikan makan bangkai babi tersebut perekonomian masyarakat nelayan sempat pula terganggu, lantaran keengganan masyarakat dikota Sibolga membeli ikan untuk dikonsumsi, padahal jauh sebelum adanya peristiwa tersebut masyarakat Kota Sibolga terkenal sangat konsumtif dalam mengkonsumsi ikan.

" Sejak ada isu tersebut, pasar ikan kerap sepi dari aktifitas warga yang membeli ikan," ujarnya.


Untuk itu, melalui acara makan ikan bersama ini, bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, dengan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap ikan-ikan dikota Sibolga layak dikonsumsi.

" Ikan-ikan dikota Sibolga tidak ada yang makan bangkai babi, soalnya ikan-ikan yang ditangkap nelayan berasal dari tengah laut," tegasnya.


Sementara itu, Reza Zeb Tumori, salah seorang pengusaha perikanan yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa Ikan-ikan dikota Sibolga tidak ada terkena virus kolera. Tak hanya itu, Dirinya juga memastikan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan di Kota Sibolga Sangat layak untuk dikonsumsi.

" jangan percaya isu tersebut, karena isu tidak benar dan menyesatkan," katanya seraya mendesak agar peternak hewan babi agar tidak membuang bangkai babi kelaut karena berdampak negatif bagi para nelayan.


Hal yang sama juga dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga yang ikut terlibat dalam mengkampanyekan gerakan makan ikan tersebut. Menurut, Jamil Zeb Tumori, isu yang beredar tersebut sangatlah tidak benar dan sangat menggangu perekonomian masyarakat terutama yang berhubungan dengan perikanan.

" Lewat kegiatan ini, mudah-mudahan masyarakat Kota Sibolga kembali percaya untuk mengkonsumsi ikan," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...

Pages