Sempat Viral Dalam Acara Hotman Paris Show Tentang CPNS, Ini Penjelasan Pemkab Tapteng - Layar News

Sempat Viral Dalam Acara Hotman Paris Show Tentang CPNS, Ini Penjelasan Pemkab Tapteng

Share This





Tapteng - Menanggapi pernyataan Eliza Imelda tentang ketidak lulusannya saat pemberkasan terakhir seleksi CPNS tahun 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pemerintah Kabupaten Tapteng melalui Kabag Humas, Darwin Pasaribu menjelaskan, bahwa yang menyatakan Imelda Tidak Memenuhi Syarat (TMS) adalah BKN pusat, bukan BKD Tapteng.


Eliza Imelda saat menghadiri acara TV Swasta Nasional, Hotman Paris Show menjelaskan, bahwa dia sudah mengikuti seleksi CPNS yang dilaksanakan januari 2019 di Tapteng. setelah lulus dalam ujian, kemudian Eliza mengaku dipanggil BKD Tapteng untuk menjelaskan, kalau dia dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Kemenpan RB saat usulan penetapan NIP CPNS.


Kabag Humas Tapteng, Darwin Pasaribu dalam konferensi Persnya menjelaskan, bahwa pihak Pemkab Tapteng sejauh ini sudah melakukan upaya, agar semua yang sudah dinyatakan lulus diakomodir oleh Kemenpan RB.


"Kita sudah melakukan upaya agar Kemenpan RB mengakomodir dan melakukan perubahan kualifikasi pendidikan, dengan mengirimkan surat permohonan yang tertuang dalam surat bernomor 800/747/2019 tertanggal 22 maret 2019," jelasnya.


Namun, kata Darwin, surat balasan tentang permohonan mengakomodir kualifikasi pendidikan yang dikirimkan oleh Pemkab Tapteng tidak dapat dipertimbangkan.


"Balasan surat Menpan RB nomor: B/395/SM.01.00/2019 tertanggal 29 maret dijelaskan, bahwa surat permohonan kita tidak dapat dipertimbangkan, karena tidak sesuai ketentuan hang diatur dalam penerimaan CPNS tahun 2018," jelasnya.


Padahal menurut Darwin, untuk menguatkan surat permohonan pemkab Tapteng agar mengakomodir Eliza Imelda sudah dilampirkan surat penegasan dari Kampus eliza Imelda, yang mengatakan kalau yang diajarkan dalam S1 Pendidikan Kristen Jurusan Musik Gereja sama dengan yang diajarkan dalam S1 Seni Budaya.


"Ada surat penegasan dari kampus saudari Imelda. Tapi, apa daya kita penentunya adalah Kemenpan RB, semua keputusan ada ditangan mereka. " pungkasnya. (ril)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...

Pages