Diduga Ada Gerakan Tandatangan Bantah Adanya Dugaan Pungli, Ketua DPRD Sibolga Minta jagan di lanjutkan - Layar News

Diduga Ada Gerakan Tandatangan Bantah Adanya Dugaan Pungli, Ketua DPRD Sibolga Minta jagan di lanjutkan

Share This


oleh


Sibolga LN –  Dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum di laut sepertinya berbuntut panjang. Pasalnya, ada oknum Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sibolga yang secara diam-diam melakukan pengumpulan tandatangan kepada sejumlah pengusaha kapal dan kelompok nelayan.
Tanda tangan itu disertai pernyataan  bahwa tidak ada kutipan yang dilakukan oleh Lanal Sibolga, sebagaimana yang dituduhkan. Informasi ini sendiri datang dari kelompok nelayan yang mengaku didatangi oleh oknum yang diduga dari Lanal Sibolga.
Demikian disampaikan oleh Ketua sementara DPRD Kota Sibolga Ahmad Syukri Nazri Penarik (Syukri-red) kepada awak media Selasa (22/10/2019) di Sibolga.
Syukri mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh oknum Lanal Sibolga ini sesuatu yang aneh.  Gerakan pengumpulan tandatangan dengan pernyataan tidak ada pungli tersebut seharusnya tidak dilakukan. Sejatinya, apa yang dituduhkan oleh nelayan terkait maraknya pungli harus disikapi dengan bijaksana yaitu menelusuri hingga keakar masalahnya sehingga dapat dibuktikan benar atau tidaknya.
“Jadi bukan mengumpulkan tandatangan,” kata Syukri.
Seharusnya, lanjut Syukri. Lanal Sibolga tidak harus reaktif seperti itu. Segala dugaan bisa saja benar dan bisa saja salah. Hanya saja, sebagai pihak yang diduga melakukan pungli, pihak Lanal harus benar-benar arif dan bijaksana menyikapinya.
“Bisa-bisa, dengan respon yang reaktif seperti ini, masyarakat nelayan menjadi terpecah belah. Dan ini akan merusak kondusifitas Sibolga dan Tapteng yang sangat terjaga selama ini,” ujarnya lagi.
“Gerakan ini juga bisa diterjemahkan macam-macam oleh warga. Bisa saja, pengumpulan tandatangan ini semakin menguatkan dugaan bahwa sebenarnya selama ini dugaan pungli itu benar. Kalau gak ada, kenapa kesannya seperti mengambil jalan pintas untuk membantahnya, kan aneh,” turur ketua DPRD termuda di Sumatera Utara ini.
“Selaku pimpinan DPRD, saya meminta agar hal ini (pengumpulan tandatangan) dihentikan,” tegasnya.
Masih kata Syukri. DPRD Sibolga sebagai lembaga perpanjangtanganan kehendak rakyat punya kewajiban dan tanggungjawab untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak dan tuntutan rakyat. Maka apa yang disuarakan oleh nelayan Sibolga dalam unjuk rasa tempo hari terkait maraknya pungli dilaut yang diduga dilakukan oleh oknum penegak hukum dari Lanal Sibolga harus disikapi dengan serius.
DRPD Sibolga sendiri katanya hingga hari ini sedang mengumpukan bukti-bukti terkait dugaan pungli tersebut. Bukti-bukti tersebut nantinya akan disampaikan kepada DPRD Provinsi Sumatera Utara dan Komisi I DPR RI di Jakarta.
“Saya ingatkan, kami (DPRD dan Nelayan) hanya meminta agar dugaan pungli yang terjadi dihentikan. Jangan ada usaha-usaha membangun opini diluar konteks disuarakan nelayan. Jangan ciptakan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan lama,” pungkasnya (ril)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...

Pages