WALIKOTA SIBOLGA TUTUP BBGRM KE-16 DAN HKG PKK KE-47 TAHUN 2019 - Layar News

WALIKOTA SIBOLGA TUTUP BBGRM KE-16 DAN HKG PKK KE-47 TAHUN 2019

Share This
Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk disaksikan oleh Ketua TP PKK Kota Sibolga Hj Delmeria Sikumbang, Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang dan Forkopimda memukul gong sebagai tanda ditutupnya BBGRM ke-16 dan HKG PKK ke-47 tahun 2019 tingkat Kota Sibolga.
Kota Sibolga - Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-47 PKK Kota Sibolga tahun 2019 secara resmi ditutup oleh Walikota Sibolga, H.M Syarfi Hutauruk pada Senin (19/9/2019) lalu.

Selain penutupan BBGRM XVI dan HKG PKK ke-47 tahun 2019, kegiatan ini dirangkai juga dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019 yang dipusatkan di Jalan Jompol, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Ketua Panitia Pelaksana, dr. Hotma Nauli Hutagalung yang juga kepala dinas PPKB Kota Sibolga dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan BBGRM dan HKG PKK tahun 2019 telah berlangsung selama satu bulan penuh.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan tersebut diantaranya gotong royong kebersihan lingkungan disetiap kelurahan, bakti sosial swadaya masyarakat, dialog pembangunan dan berbagai macam lomba yang dimaksudkan sebagai media sosialisasi program-program pemerintah dan PKK.

Hasilnya, Kelurahan Angin Nauli dari Kecamatan Sibolga Utara ditetapkan sebagai kelurahan terbaik pada pelaksanaan BBGRM dan HKG PKK tahun 2019. Sedangkan untuk posisi runner up I, II dan III masing-masing diraih oleh Kelurahan Kota Baringin, Kelurahan Hutabarangan dan Kelurahan Sibolga Ilir.

Walikota Sibolga, H.M Syarfi Hutauruk dalam sambutannya di penutupan BBGRM dan HKG PKK tahun 2019 ini mengatakan bahwa jauh sebelum reformasi 1998, semangat gotong royong di bumi Indonesia sangat kokoh. Belakangan, hal itu mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan teknologi.

Kata Syarfi. Sejak reformasi, jiwa gotong royong sebagai sebuah bangsa mulai hilang. Padahal poin-poin yang menjadi tuntutan reformasi hanya berupa hapuskan KKN, batasi masa jabatan presiden dan kepala daerah, bukan keran demokrasi seluas-luasnya.

"Tidak ada satu pun tuntutan reformasi itu gotong royong dihapuskan," ungkapnya.

Namun realitanya, pasca reformasi gotong royong semakin hilang, jiwa nasionalisme terhadap bangsa dan negara pun semakin menipis.

Orang nomor satu di Sibolga ini pun berharap agar semangat gotong royong, kekeluargaan dan toleransi tetap di jaga dan dipelihara dengan baik di Kota Sibolga.

Walikota juga menyampaikan bahwa Pemko Sibolga akan memberikan beasiswa khususnya kepada warga yang kurang mampu. Beasiswa ini ditujukan untuk jenjang pendidikan sarjana di universitas negeri manapun.

"Saya sudah perintahkan kepada Dinas Pendidikan untuk mengalokasikan anggaran kita untuk pemberian beasiswa bagi putra dan putri Sibolga yang cerdas dan pintar namun orangtuanya secara ekonomi tidak mampu meng-kuliah-kan. Tahun depan (2020-red) Insya Allah, hal ini akan kita laksanakan." kata Syarfi Hutauruk.

Penutupan BBGRM dan HKG PKK tahun 2019 ini ditutup dengan pemukulan gong oleh Walikota Siboga dan penyerahan hadiah lomba kepada para pemenang. 

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Wali Kota, Edi Polo Sitanggang, S.Pi, Ketua TP PKK, Dra. Hj. Delmeria Sikumbang dan Wakil Ketua TP PKK, Doharta Ida Hutabarat, S.Pd, MAP, Ketua Dharma Wanita Persatuan Masna Sikumbang, SE, Unsur Forkopimda, para Staf Ahli dan Asisten, para Pimpinan OPD, Camat dan Lurah se-Kota Sibolga, unsur LPM dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...

Pages