MUCHTAR NABABAN DILAPOR POLISI OLEH DANLANAL, INI DUDUK MASALAHNYA KATA PAK WALIKOTA - Layar News

MUCHTAR NABABAN DILAPOR POLISI OLEH DANLANAL, INI DUDUK MASALAHNYA KATA PAK WALIKOTA

Share This



Walikota Sibolga H.M Syarfi Hutauruk
Kota Sibolga - Polemik antara anggota DPRD Kota Sibolga, Muchtar Nababan dengan Danlanal Sibolga yang berujung pada pelaporan Muchtar kepolisi mendapat tanggapan dari Walikota Sibolga, H.M Syarfi Hutauruk.

Pasca mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Sibolga dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo pada Jum'at (16/8/2019) di gedung DPRD Kota Sibolga, Walikota Sibolga yang pada 9 Juli 2019 lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-60 ini mengaku kaget atas interupsi yang disampaikan oleh Muchtar yang diluar konteks agenda paripurna yang berkaitan dengan PAPBD dan APBD Kota Sibolga.

Kata Syarfi meskipun diluar konteks agenda paripurna, apa yang dilakukan oleh Muchtar Nababan adalah hal yang lumrah dan tidak salah. 

"Menurut saya, sebagai anggota dewan yang menyampaikan aspirasi rakyat, juga yang dipundaknya menyuarakan kepentingan rarkyat, yang dalam jiwanya dilantik menjadi anggota dewan, janji politiknya kepada rakyat akan menyampaikan, penyambung lidah rakyat ke sidang anggota dewan yang terhormat, menurut saya tidak salah," kata Syarfi menjawab awak media saat akan meninggalkan gedung "parlemen" Sibolga.

Syarfi yang sejak awal pertanyaan dikemukakan awak media menggaris  bawahi bahwa ia ingin mendudukkan persoalan yang muncul mengatakan, meskipun tidak salah akan tetapi menurut ayah dari 3 orang anak ini ada yang kurang tepat yaitu cara penyampaiannya.

"Cara menyampaikan jangan berbau tuduhan. Tetapi anggota dewan menyampaikan aspirasi rakyat itu tidak salah menurut saya," katanya berpendapat seraya mengungkapkan rasa kagetnya atas interupsi tersebut.

"Saudara Muchtar (juga) menyampaikan (aspirasi) itu dalam sidang dewan yang terhormat, resmi," tambahnya.

"(Jadi) Tidak masuk wilayah hukum, tidak masuk wilayah pidana," tegas pria yang memenangi Pemilukada Sibolga tahun 2010 dan 2015 ini.

Masih kata Syarfi. Lain hal jika pernyataan itu disampaikan diluar dengan cara berkoar-koar. Maka hal itu bisa menjadi persoalan yang berbeda.

"Disitu saya lihat, agak kurang bijak juga menyikapinya. Mungkin kalau kita cermati, saudara Muchtar hanya cara penyampaian (yang kurang tepat). Tapi, kalau materi yang disampaikan dari desakan masyarakat, karena dia adalah wakil rakyat wajib disampaikannya. Dan itu adalah keluhan masyarakat," kata Syarfi mendudukkan persoalan.

Pada kesempatan ini, Syarfi  tidak menepis bahwa hingga saat ini di Sibolga dan Tapanuli Tengah masih ditemukan pukat trawl atau PI serta bom ikan yang beroperasi diperairan Sibolga Tapanuli Tengah. Menurutnya hal itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja bahkan sudah menjadi konsumsi publik.

Begitu pun, katanya. Masing-masing pihak yang berkepentingan sudah melakukan segala upaya untuk memberikan efek jera atas persoalan ini seperti penangkapan dan lain sebagainya.

"Masih ada PI, masih ada satu dua yang (secara) ilegal mencuri. Melakukan penangkapan ikan diam-diam, itu fakta," terangnya lagi.

"Tapi apakah ada beredar uang (suap), saya tidak tahu. Anggota dewannya-lah yang tahu," ungkap peraih Asia Best Mayor of the Year 2019.

Secara garis besar, polemik yang berkembang antara Muchtar dan Danlanal Sibolga belakangan ini adalah persoalan miskomunikasi saja. 

"Menurut saya, jangan terlalu cepat tersinggung. Jangan (terlalu) reaktif menyikapi hasil-hasil sidang di dewan ini. Komunikasi saja. Saling sapa, saling telepon. Semua cair kok. Jangan cepat-cepat dibawa keranah hukum." saran pria yang hobby olahraga bersepeda ini.

"Saya bukan membela Muchtar. Tidak. (saya hanya) mendudukkan persoalan," tambahnya.

Walikota Sibolga ini pun meminta Lanal Sibolga agar semakin tegas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sementara anggota DPRD Sibolga, kalau ada aspirasi rakyat disampaikan. Begitu pun, Syarfi menggaris bawahi, meskipun aspirasi rakyat tidak selalu disampaikan dalam sidang anggota dewan. Bisa juga aspirasi itu disampaikan secara langsung kepada dinas instansi yang bersangkutan.

"Jadi saya rasa ini hanya masalah komunikasi saja," lanjut Syarfi.

"Dalam hal ini saya juga (mungkin) salah. Karena saya tidak menyampaikannya pada rapat paripurna. Saudara Muchtar juga tidak menyampaikannya kepada saya. Seandainya disampaikan, tentu hal ini akan kami bahas bersama dalam rapat dan forum Forkopimda," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...

Pages