Geruduk Nauli Game Wali Kota Temukan Mesin Jackpot - Layar News

Geruduk Nauli Game Wali Kota Temukan Mesin Jackpot

Share This


Sibolga - Usai melepas pawai ta’aruf MTQ tingkat Kecamatan Sibolga Kota, Walikota Syarfi Hutauruk mendatangi Nauli Game yang berada tak jauh dari kantor Camat Sibolga Kota, Jumat (8/3). Seperti janjinya, walikota dengan tegas memerintahkan pengusaha Nauli Game untuk menutup arena permainan tersebut.
Karena menurutnya, sesuai laporan dan bukti yang dilihat walikota di lokasi, mesin yang dipakai merupakan mesin jackpot alias mesin judi ketangkasan. Ironisnya lagi, pihak Nauli Game tidak mampu memperlihatkan izin yang dikeluarkan oleh Pemko Sibolga.
Meski demikian, Syarfi menyebut ada yang salah dalam penerbitan izin arena permainan ketangkasan tersebut. Dimana dalam surat izinnya, pemilik atas nama HBS menyebut usaha tersebut merupakan arena permainan anak. Beda dengan kenyataannya yang disaksikan langsung oleh walikota.
“Nauli game ini yang pertama izinnya sudah mati, atas nama Hotman Bastian Siregar, orang Pematangsiantar, izinnya permainan anak-anak untuk keramaian. Tapi isinya, ada 3 mesin jackpot, untuk judi. Ada 6 alat, lebih canggih dari jackpot lagi. Semua mesin yang ada itu, semua mesin ketangkasan untuk berjudi. Karena izinnya atas nama Hotman Bastian Siregar, yang di sini (penanggungjawab) adalah Wawa, saya minta mulai hari ini hentikan, tutup sama sekali,” tegas Walikota dalam keterangan persnya usai meninjau Nauli Game.
Dia menyarankan kepada pihak pengusaha untuk segera mengeluarkan semua mesin jackpot tersebut dan membawanya keluar Kota Sibolga. “Mesin yang ada, kalau perlu jual ke Medan sana. Kalau masih dioperasikan, sewaktu-waktu saya mendadak datang ke sini, maka mesinnya saya angkut, dia sudah janji,” ketusnya.
Karena menurutnya, arena permainan ketangkasan tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih kaum ibu-ibu. “Ini sudah meresahkan masyarakat di Kota Sibolga. Seluruh lapisan orangtua, istri, kalau saya tutup ini, yang paling setuju adalah istri masing-masing. Mau yang Islam, mau yang Kristen, mau yang Katolik, paling suka, karena bertahan uang. Jadi, ini betul-betul mengganggu perekonomian masyarakat, mengganggu suasana masyarakat. Oleh sebab itu, saya harus bertindak menutup ini,” pungkasnya.
Sekilas, Syarfi cerita soal kunjungannnya ke dalam lapak permainan ketangkasan tersebut. Dia melihat di dalam ada selebaran yang ditempel di dinding. Dimana, pihak pengelola mengimbau para pemain agar masuk dari pintu belakang karena pintu depan ditutup. “Mulai hari ini, saya minta tadi. Kalau diam-diam, tadi ada pengumuman saya lihat, (pemain) masuk lewat pintu belakang, sudah saya bawa bahan buktinya. Nanti ada orang saya yang diam-diam pura-pura main ke sini saya suruh. Begitu ketahuan, saya suruh gerebek,” tegasnya.
Terkait adanya dugaan usaha tersebut dibekingi seseorang, orang nomor satu di Kota Sibolga tersebut tidak ingin menanggapi. Karena, tujuan utamanya adalah membebaskan Kota Sibolga dari praktik judi dan prostitusi. “Saya gak menduga ada yang membekingi. Tapi, seandainyapun ada, saya gak ada masalah. Siapapun yang membekingi, saya hadapi, untuk kepentingan masyarakat. Siapapun yang ada di belakangnya akan berhadapan dengan kami,” tandasnya. (ril/ fasebrita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages