Sajikan Cita Rasa Pesisir, Panggang Pacak, Kuliner Khas Sibolga-Tapteng - Layar News

Sajikan Cita Rasa Pesisir, Panggang Pacak, Kuliner Khas Sibolga-Tapteng

Share This






Tapteng - Berkunjung ke Tapanuli Tengah, tak lengkap apabila tak mencicipi hidangan khas daerah bergelar Negeri Wisata Sejuta Pesona.

Berkendara dengan sepeda motor sekitar 15 menit dari Sibolga ke arah barat, bisa ditemukan Rumah Makan Teluk Tapian Nauli yang menyajikan beragam kuliner bercita rasa pesisir barat Sumatera.

Sebagai daerah pesisir, kuliner Tapteng hampir semua berbahan baku sari laut seperti ikan, udang dan cumi. Salah satunya adalah panggang pacak. Ini menjadi salah satu hidangan andalan dari restoran Tapian Nauli.

Dilihat sekilas, hidangan ini seolah tak punya beda dengan ikan panggang pada umumnya. Perbedaan baru diketahui setelah potongan daging ikan sampai ke lidah.
Kelapa dan asam limau menjadi kunci utama kekayaan rasa untuk menunjukkan perbedaan rasa dengan ikan panggang lain. Kemudian dipadukan dengan cabai, bawang dan beberapa jenis rempah menjadikan hidangan ini sempurna.

Melalui penelusuran Tribun dari warga asli Tapteng, pacak berarti tekan. Proses memasaknya, terlebih dahulu ikan disayat untuk kemudian dibaluri bumbu. Ikan yang sudah dibaluri bumbu, lantas ditekan-tekan (dipencet/dipacak) agar bumbu meresap.

Tidak hanya satu jenis ikan, panggang pacak bisa diolah dengan berbagai ikan. Ikan jarang gigi, krapu serta kakap bisa menjadi pilihan.

Pemilik RM Tapian Nauli, Tutak mengatakan, panggang pacak merupakan salah satu makanan yang dicari pembeli, sebab makanan ini khas dari Sibolga-Tapteng.
"Semuanya asli masakan Sibolga-Tapteng. Panggang pacak ini menjadi salah satu yang dicari," katanya.

Selain panggang pacak, masih ada satu hidangan unik lagi. Sambal bawang batak mampu mencuri hati Tribun Medan. Apabila biasanya bawang hanya sigunakan sebagai bumbu masakan, di Tapteng, tanaman endemik sejenis bawang ini diolah menjadi salah satu kuliner wajib coba.

Walau masih satu genus dengan bawang merah, rasa yang dikecap lidah malah mengingatkan kami pada kacang tanah rebus. Ditambah siraman cabai merah lidah kami termanjakan.

.
di kutip dari : Tribun medan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...

Pages