PASCA PENGHADANGAN OKNUM PEMUDA/OKP DI MEDAN, RAHMANSYAH SIBARANI SARANKAN PEMUDA DUDUK BERSAMA - Layar News
 border=  border=

PASCA PENGHADANGAN OKNUM PEMUDA/OKP DI MEDAN, RAHMANSYAH SIBARANI SARANKAN PEMUDA DUDUK BERSAMA

Share This



PANDAN -
 Ketua DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmansyah Sibarani, SH mengutuk dan menyesalkan penghadangan oknum pemuda/OKP yang terjadi di Medan beberapa waktu lalu. Ironisnya, akibat penghadangan tersebut satu orang anggota dari salah satu OKP tersebut meninggal dunia.
"Ini tentu melukai hati kita dan duka bagi OKP di Sumatera Utara," Ungkap Rahmansyah di Pandan, Selasa (5/2)
Rahmansyah mengatakan, adu fisik bukan lagi gaya OKP dan anak muda Indonesia di era milenial saat ini. Anak-anak muda sejatinya harus beradu ide dan gagasan untuk kemajuan bangsa dan negara. Bahkan andai ada kesalahpahaman dan perbedaan pendapat ada ruang dialog yang bisa diambil untuk menyatukan paham dan idealisme yang ada.
"Sayangnya cara-cara ini (adu ide dan gagasan) sudah mulai ditinggalkan. Kalau begini terus maka kita kembali keperadaban Barbar," terangnya.
Rahmansyah Sibarani mengaku kaget penghadangan oleh oknum pemuda/OKP di Medan tempo hari memakan korban jiwa. Pasalnya, dalam satu dasawarsa terakhir sudah jarang kedengaran antar OKP ribut apalagi sampai jatuh korban jiwa.
"(Peristiwa) ini sebenarnya bisa dicegah andai semuanya punya semangat yang sama untuk membuka diri mengutamakan dialog," lanjut calon anggota DPRD Sumut ini.
Ia percaya OKP OKP yang terlibat dalam penghadangan ini bisa menahan diri dan kepolisian pun akan mengusutnya dengan tuntas. Begitu pun, ia menghimbau agar jangan ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab ikut-ikutan memperkeruh suasana.
"Kita percaya dengan polisi kita. Mereka pasti akan tuntaskan kasus ini," ungkapnya lagi.
"Ini menjadi PR besar Poldasu ditengah tingginya kepercayaan publik atas kinerja Polri tahun ini," kata pria yang akrab disapa Adek ini.
Pada saat yang sama Rahmansyah Sibarani juga mengparesiasi Polrestabes Medan yang bergerak cepat hingga 4 pelaku sudah berhasil diamankan.
"Pelakunya sudah ditangkap Polrestabes Medan, terimakasih bapak-bapak polisi," ungkapnya.
Kedepan, tokoh pemuda Sumatera Utara ini mensarankan agar OKP OKP se-Sumatera Utara perlu duduk bersama untuk menghindari konflik yang sama terjadi lagi. Duduk bersama tersebut bisa jadi momentum memperbaharui komitmen pemuda dalam menjalankan peran kepemudaan.
"Selalu ada hilmah dibalik setiap peristiwa, dan saya rasa peristiwa ini menjadi sinyal bahwa kita pemuda ini harus duduk bersama (lagi)," pungkasnya.(st)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages