Fasilitas Pajus Kembali Dirusak. Walikota : Masih ada Manusia ‘Barbar, dan gak Punya ada rasa memiliki - Layar News

Fasilitas Pajus Kembali Dirusak. Walikota : Masih ada Manusia ‘Barbar, dan gak Punya ada rasa memiliki

Share This


Wali Kota Sibolga saat meninjau Fasilitas Pajus yang rusak 

SIBOLGA- Walikota Sibolga Drs. HM. Syarfi Hutauruk,MM tiba-tiba saja berang saat berkunjung ke objek wisata Pantai Ujung Sibolga atau yang disingkat dengan Pajus, Senin (25/2). Wajar saja, orang nomor satu di Kota Sibolga tersebut berang, karena hampir semua fasilitas umu yang baru saja selesai dibangun oleh Pemko Sibolga, rusak. Diduga, pelakunya adalah orang-orang jahil yang tidak suka dengan kemajuan Kota Sibolga.


                “Barbar itu, pokoknya apa saja, suka dia, fasilitas umum kek, dirusaki. Barbar, gak ada rasa memiliki,” kata Syarfi dengan nada tinggi melihat sejumlah fasilitas umum yang telah rusak.
                Sepintah dijelaskannya, bagaimana perjuangan dirinya sebagai seorang kepala daerah untuk mewujudkan pembangunan yang baik di Kota Sibolga. Dan itu dikerjakan bukan dengan dana yang sedikit. “Ini, salah satu kawasan untuk wisata di kota Sibolga ini adalah pantai ujung sibolga. Pemerintah sudah menghabiskan dana untuk membangun fasilitas, baik untuk restoran maunpun areal parkir, termasuk mempercantik pantai ujung Sibolga ini,” ungkapnya.
Dia mencontohkan beberapa fasilitas yang telah rusak. Seperti, tempat bermain anak, lampu dan bunga yang habis dicabut. Bahkan, Walikota mengibaratkan kelakuan para perusak sebagai kelakuan hewan. “Kemudian pintu masuk sudah dipercantik. Sedang dikerjakan, belum diserahkan lagi kepada pemerintah, itu sudah dirusak oleh tangan-tangan binatang. Kalau manusia tidak mungkin melakukan itu, binatangnya itu. Binatang saja gak mungkin melakukan itu. Ada lampu, dilempari biar gelap. Ada lampu di restauran ini dilempari, kan tinggi itu, sehingga hancur. Lampu ditaman hancur. Tempat bermain anak, baru saja sedang dibangun dirusaki sehingga tumbang, belum selesai lagi. Kemudian tempat bermain anak-anak ini, orang dewasa naik. Sehingga cepat rusak. Diakalnya kan dia bisa melihat, ini bukan untuk kelas saya ini, sudah beranak naik juga kesitu. Kemudian ditanam pohon, untuk menjalar ke kawat pintu masuk pajus, itu dicabuti,” pungkasnya.
Dengan kejadian tersebut, Walikota menyesalkan bila dirinya harus menempatkan petugas jaga di setiap fasilitas yang dibangun Pemerintah. “Kemudian timbul pertanyaan, harusnya pemerintah menjaga dong. Kalaulah semua fasilitas umum yang dibangun pemerintah harus dijaga 24 jam, berapa ratuslah petugas yang menjaga tiap malam,” ketusnya.
Harusnya lanjut Walikota yang mulai getol membangun lokasi wisata ini, ada kesadaran sendiri pada masyarakat untuk saling menjaga semua fasilitas yang telah dibangun pemerintah untuk kemajuan Kota Sibolga. “Kesadaran kita dong. Berapa uang kita keluar untuk tenaga kerja untuk keamanan itu. Kalau disini (pajus) sekitar 6, tangga seratus 6 GOR 6, pasar belakang, jembatan lingkar 6. Kemudian nanti, bukit pancuran gerokbak 6. Kalau semua harus dijaga terus, tidak ada lagi rasa memiliki, habis uang negeri ini hanya untuk itu. Harusnya tumbuh kesadaran. Ini dibangun cantik, dirusak,” katanya kesal.
Dia menduga, ada oknum yang sengaja merusak fasilitas umum di Pajus, untuk memperoleh simpatik agar diberi kepercayaan oleh Walikota untuk mengelola objek wisata tersebut. “Ada informasi mungkin ada keinginan untuk menguasai, mungkin ada pemuda. Tapi harusnya bukan untuk merusak, ditawarkanlah, kamilah menjaga. Ini lagu lama ini, lagu lama,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, sebelum fasilitas tersebut diserahkan oleh Pemerintah Provinsi, Pemko akan memfortal jalan masuk Pajus untuk sementara. “Kami akan fortal ini. Kemudian, akan kita tempatkan, tadi sudah saya perintahkan SatPol PP untuk menempatkan petugasnya, baik siang maupun malam. Karena, ada lagi, bola-bola pagar, dirobohi dibuang ke parit. Ini lampu, akhirnya saya suruh buka daripada hilang. Pintu sajapun diambil, dibawa entah kemana,” ketusnya lagi.
Tak hanya itu, sebagai kepala daerah yang bertanggungjawab terhadap semua fasilitas umum tersebut, dirinya telah memerintahkan seluruh Kecamatan dan Kelurahan untuk melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat. Unttuk menanamkan rasa kepedulian terhadap fasilitas umum. Begitu juga kepada para tokoh agama, diminta melalui ceramahnya untuk membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya rasa saling menjaga, seperti yang terjadi di negara-negara lain.
“Saya himbau, saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk sosialisasi ke seluruh kelurahan. Kemudian, akan kami kirim surat ke tokoh-tokoh agama, pengkhotbah, pendeta, ustadz, salah satu bunyi kotbahnya itu, imbauan kepada masyarakat adalah rasa memiliki kalau nggak, apa yang kita bangun selalu dirusak terus. Janganlah sedikit-sedikit kita turunkan aparat keamanan. Habis pula penuh penjara gara-gara itu. Ada usulan, pasang saja cctv. Apa iya setiap yang dibangun dipasang cctv. Kita lihat dikota lain, ada nggak begini, ada nggak taman yang dirusak, gak ada. Dibangun ruang terbuka hijau, gak ada yang dirusak. Ini, betapa baiknya lagi pemerintah. Seperti di simare-mare, ada alat fitnes, ada tempat sepeda, ada tempat untuk kebugaran. Kan enak, ada semua, kenapa harus dirusaki itu. Nanti dibilang juga pemerintah yang salah, gak ada yang dibangun untuk masyarakat. Sore-sorekan, bagus tempat anak-anak bermain disini. Tinggal kita akan bangun pohon, supaya teduh tempat ini. Ini mungkin generasi yang terlalu banyak make narkoba dan lem kambing. Sehingga kelakuannyapun kayak kambing,” pungkasnya sembari mengingatkan, pihaknya akan melaporkan ke pihak yang berwajib siapa saja yang terbukti merusak fasilitas umum. 
Amatan, selain meninjau fasilitas umum yang dirusak, Walikota yang didampingi beberapa OPD memerintah SatPol PP untuk menggusur penambang pasir ilegal yang menyalahgunakan bangunan pemecah ombak. Diketahui, para penambang pasir ilegal memanfaatkan pemecah ombak sebagai tempat menumpuk pasir dan mendirikan tempat-tempat nongkrong, yang dilengkapi meja dan kursi yang terbuat dari kayu. (st) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages