Ini Jawaban Walikota Terkait THL yang di rumakan... - Layar News
 border=  border=

Ini Jawaban Walikota Terkait THL yang di rumakan...

Share This





Sibolga | Pemko Sibolga merumahkan ratusan tenaga harian lepas (THL) di awal tahun 2019. Hal ini menuai kontroversi di masyarakat. Ada yang setuju dari sisi langkah rasionalisasi, namun juga ada yang prihatin karena efeknya menyumbang angka pengangguran.
Menyikapi itu, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk menegaskan, jumlah THL memang sudah melebihi PNS dan sesuai permintaan DPRD Sibolga agar dilakukan pengurangan demi efektivitas anggaran.
“Anggota DPRD pada pandangan umum anggota DPRD pada sidang paripurna APBD pada tahum 2018 lalu meminta untuk dilakukan pengurangan THL demi efektivitas anggaran,” ungkap Syarfi Hutauruk, sebagaimana keterangan yang disampaikan Dinas Kominfo Sibolga, Kamis (17/1/2019).
Penegasan itu disampaikan Syarfi Hutauruk ketika memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di lapangan Simaremare Sibolga.
Syarfi menyampaikan kepada seluruh THL bahwa tim evaluasi yang dibentuk bekerja profesional dan bebas dari tekanan apapun.
“Yakinlah para THL yang disiplin, kerja dan loyalitas bagus, tidak mungkin akan dipecat. Evaluasi tentu bagi yang tidak disiplin dan kinerjanya tidak baik, apalagi terindikasi pemakai narkoba,” tegasnya.
Berhubung tim yang dibentuk meminta waktu tambahan untuk proses evaluasi, walikota menyampaikan kepada seluruh pimpinan OPD untuk menadatangani perpanjangan kontrak seluruh THL tanpa terkecuali pada hari ini juga.
“Tidak ada pemecatan THL sebelum hasil kerja tim evaluasi selesai. Kepada seluruh THL yang telah dirumahkan sejak beberapa hari lalu, mulai hari ini seluruhnya kembali bekerja di instansi masing-masing,” imbuhnya.
Sebelumnya, ketua LSM Sekoci Domenius Hasibuan mengapresiasi Walikota Sibolga atas keputusan untuk memangkas THL. Karena menurutnya sudah melebihi jumlah ASN.
Pemko Sibolga mengoleksi banyak THL. Dari data yang dirangkum LSM Sekoci, jumlah THL di Pemko Sibolga mencapai 2.830 orang yang tersebar di beberapa OPD.
Dikatakan, banyaknya THL membuat belanja pegawai membengkak dan mengurangi jumlah penerimaan daerah. Selama ini, THL yang dibiayai APBD sebanyak 2.830 orang dengan upah Rp1,2 juta/bulan, plus pakaian dinasnya.
“Akibatnya, Pemko Sibolga harus menganggarkan Rp40,7 miliar setahun untuk penggajiannya. Sedangkan ASN Pemko Sibolga hanya berjumlah 2.497 orang,” ujar Domenius.( dikutip dari Tapanuli Tuday)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages